Cetak Kader Istimewa, Santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan Ikut Baitul Arqom PCM Krembangan

SURABAYA — Lima santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan mengikuti kegiatan Baitul Arqom yang diselenggarakan oleh PCM Krembangan dengan tema “Beproses Bersama Menjadi Kader Istimewa”. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas, Surabaya, pada Sabtu (21/2/2026) dan Ahad (22/2/2026).

Baitul Arqom ini menjadi ajang pembinaan ideologi dan penguatan karakter kader muda Muhammadiyah. Selama dua hari, para peserta mendapatkan enam materi utama yang dirancang untuk membentuk kader yang berintegritas, militan, dan berdaya saing.

Materi yang disampaikan meliputi Ideologi Muhammadiyah, Kepribadian dan Kepemimpinan, Manajemen Organisasi, Spiritualitas dan Penguatan Akhlak, Wawasan Keummatan, serta Kewirausahaan. Seluruh sesi dikemas secara interaktif melalui diskusi, pemaparan materi, dan refleksi bersama.

Salah satu santri peserta, Rangga (17), mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga dari kegiatan ini.

“Kegiatan ini membuat saya lebih memahami apa itu Muhammadiyah dan bagaimana menjadi kader yang tidak hanya aktif, tetapi juga punya visi. Materi kewirausahaan juga membuka wawasan saya untuk bisa mandiri ke depannya,” ujarnya.

Senada dengan itu, santri lainnya, Zami (16), menyampaikan bahwa materi kepemimpinan menjadi bagian yang paling berkesan baginya.

“Saya belajar bagaimana menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Ini memotivasi saya untuk terus memperbaiki diri,” katanya.

Sementara itu, Kepala LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, Ustadz Slamet Supriyadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Baitul Arqom merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter santri.

“Kami sangat mendukung keikutsertaan santri dalam kegiatan Baitul Arqom ini. Harapannya, mereka tidak hanya memahami ideologi Muhammadiyah secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi kader persyarikatan yang istimewa,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan seperti ini menjadi bekal penting bagi santri untuk menghadapi tantangan zaman, sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian dan jiwa kepemimpinan.

Melalui kegiatan ini, lima santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan diharapkan mampu terus berproses dan berkontribusi aktif di lingkungan persyarikatan maupun masyarakat luas, sejalan dengan tema kegiatan: Beproses Bersama Menjadi Kader Istimewa.


Komentar