Santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan kembali mengisi kegiatan kegiatan kultum keliling Romadhon (Kulingdhon) 1447 H dalam rangkaian salat tarawih yang dilaksanakan pada Jumat (20/2/2026) di Musholla Al Ikhlas Pesisir Kalianak. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri jamaah setempat yang antusias mengikuti ibadah hingga akhir acara.
Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh salah satu santri bernama Titanium Sultan. Dalam tausiyahnya yang bertema “Jalan Paling Cepat Menuju Surga”, Sultan mengajak jamaah untuk merenungkan kembali tujuan utama setiap Muslim, yakni meraih surga Allah SWT.
Ia memulai dengan sebuah pertanyaan reflektif, “Setiap Muslim pasti ingin masuk surga. Namun, apa jalan paling cepat menuju surga?” Pertanyaan tersebut kemudian dijawab melalui dalil dari hadits Nabi Muhammad ﷺ.
Sultan membacakan sabda Rasulullah ﷺ:
> مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim No. 2699)
Ia menjelaskan bahwa hadits tersebut menegaskan ilmu sebagai kunci dan jalan tercepat menuju surga. Menurutnya, seseorang yang menuntut ilmu agama sejatinya sedang berjalan di atas cahaya, bukan dalam kegelapan.
Tidak hanya mengutip hadits, Sultan juga menyampaikan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, QS. Al-Mujadilah ayat 11:
> يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Melalui ayat tersebut, ia menegaskan bahwa derajat orang berilmu diangkat oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat. Ilmu, lanjutnya, bukan sekadar pengetahuan, tetapi cahaya yang membimbing manusia dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan syariat.
Dalam kultumnya, Sultan juga memaparkan beberapa cara menuntut ilmu, di antaranya belajar dari guru dan ulama yang terpercaya, menghadiri majelis ilmu dan kajian, bertanya ketika belum memahami materi, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Ia menutup tausiyahnya dengan sebuah ungkapan penuh makna, “Al ‘ilmu bila ‘amalin kas syajari bila tsamarin.” Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Karena itu, ia mengajak jamaah untuk tidak hanya semangat mencari ilmu, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kultum tersebut mendapat apresiasi dari jamaah yang hadir. Melalui kegiatan ini, santri LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan terus menunjukkan komitmennya dalam menebarkan dakwah yang menyejukkan dan mendorong semangat menuntut ilmu sebagai jalan tercepat menuju surga.

Komentar