Santri PAM KH. Achmad Dahlan Peroleh Materi Kebersihan Lingkungan dari Mahasiswa FPKS UMSurabaya

 

Sebanyak 20 santri tingkat SD hingga SMP di Pondok Anak Muhammadiyah (PAM) KH. Achmad Dahlan mengikuti kegiatan edukasi kebersihan lingkungan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains (FPKS) Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan delapan mahasiswa FPKS UMSurabaya yang secara bergantian menyampaikan materi pembelajaran kepada para santri dengan metode interaktif dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, cara membuang sampah sesuai jenisnya, menjaga kebersihan kamar dan lingkungan pondok, hingga kebiasaan hidup sehat melalui budaya bersih sejak dini.

Para mahasiswa juga mengajak santri untuk melakukan praktik sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik, menjaga kebersihan area belajar, serta membangun kesadaran bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman dan akhlak seorang muslim. Penyampaian materi dilakukan melalui diskusi ringan, permainan edukatif, dan tanya jawab sehingga para santri terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program yang dicanangkan oleh Fakultas Pendidikan, Komunikasi dan Sains (FPKS) Universitas Muhammadiyah Surabaya dalam pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program tersebut diwujudkan melalui kerja sama pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter berbasis nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari Proyek Pengabdian Inovasi Pembelajaran Berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) untuk Masyarakat Urban. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan metode pembelajaran secara langsung kepada peserta didik, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan lingkungan kepada masyarakat.

Salah satu mahasiswa pemateri menyampaikan bahwa tujuan pembelajaran dalam kegiatan ini adalah membangun kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Selain itu, mahasiswa juga ingin melatih kebiasaan disiplin dan tanggung jawab santri terhadap lingkungan sekitar.

“Harapannya, para santri dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih baik di lingkungan pondok maupun di rumah. Kebersihan lingkungan sangat penting untuk kesehatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Para santri pun mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merasa materi yang diberikan mudah dipahami karena disampaikan dengan cara yang menarik dan penuh interaksi. Beberapa santri bahkan aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kegiatan menjaga kebersihan di pondok.

“Saya jadi tahu cara memilah sampah dan pentingnya menjaga kebersihan kamar. Kegiatannya seru karena ada permainan dan hadiah,” ungkap salah satu santri peserta kegiatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan pendidikan yang bermanfaat, aplikatif, serta mampu membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan nilai-nilai keislaman.



Komentar